TANGERANGBERKABAR.ID — Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang telah mencatat ada 184 sekolah swasta baik pada tingkat SD dan SMP yang telah mendaftar serta terverifikasi untuk mengikuti program sekolah gratis.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Agus Supriatna, mengatakan bahwa jumlah tersebut merupakan bagian dari sekolah-sekolah swasta yang telah mendaftar dan dinyatakan memenuhi syarat untuk menjalankan program tersebut. “Sudah ada 184 sekolah swasta yang terverifikasi dan siap menjalankan program ini,” ujar Agus.

Meski begitu, kata Agus, tidak seluruh sekolah swasta yang ada di Kabupaten Tangerang ini ikut serta dalam program tersebut. Beberapa sekolah dengan akreditasi tinggi dan biaya pendidikan premium memilih tidak bergabung. “Memang tidak semua sekolah ikut. Ada sekolah-sekolah elit dengan SPP di atas satu juta rupiah yang belum berminat,” jelasnya.

Agus menyatakan bahwa, pihaknya masih membuka kesempatan bagi sekolah swasta lain yang ingin bergabung dalam program sekolah gratis. Sebab, daya tampung sekolah negeri memang terbatas. “Dengan banyaknya sekolah swasta yang ikut, kuota untuk siswa yang membutuhkan pendidikan gratis jadi lebih luas,” ucapnya.

Disi lain, Agus pun menyinggung perhatian pemerintah daerah terhadap keberadaan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang saat ini berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Banten. Dia mengakui bahwa pihaknya memiliki komitmen untuk membantu, meski keterbatasan regulasi menjadi kendala utama.

“Keinginan kami untuk membantu SLB sangat besar, karena mereka juga bagian dari warga Kabupaten Tangerang. Tapi kami harus menyesuaikan dengan aturan yang ada,” tegasnya.

Kendati demikian, kata dia, bentuk dukungan tetap dilakukan, salah satunya melalui penugasan guru untuk membantu proses pembelajaran di SLB. Selain itu, ia mengapresiasi inisiatif warga yang secara sukarela mendirikan tempat belajar untuk anak-anak berkebutuhan khusus, seperti yang terjadi di wilayah Tigaraksa.

“Ada warga yang dengan inisiatif pribadi membuka tempat belajar di rumahnya untuk anak-anak SLB. Kami turut membantu agar kegiatan mereka bisa berjalan dengan baik,” tutupnya.

(Der)