TANGERANGBERKABAR.ID – Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang Putra Jaya ditabrak motor orang tak dikenal (OTK) saat melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) diwilayah.

Peristiwa penabrakan oleh OTK itu terjadi di Jalan Raya Korelet-Jambe, di Kampung Ranca Dulang, Desa Rancaiyuh, Kecamatan Panongan pada Rabu, (10/1/2024).

Saat dikonfirmasi, Putra Jaya mengatakan, bahwa saat itu Panwaslu bersama jajaran Satpol-PP dan Trantib Kecamatan Panongan melakukan penertiban APK Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang melanggar aturan.

Lalu sekitar pukul 19.00 WIB, dirinya hendak menyebrang jalan dengan membawa APK. Saat hendak menyebrang, tiba-tiba dari arah belakang muncul sepeda motor Supra X 125 dengan kecepatan tinggi menabrak dirinya.

“Padahal saya sudah melambaikan tangan. Saya langsung terguling dan gak sadarkan diri,” kata Putra kepada Tangerangberkabar.id. Kamis, (11/1/2024).

Atas kejadian tersebut, lanjut Putra, dirinya mengalami luka-luka pada bagian kaki dan punggung. Namun, dirinya telah memaafkan tindakan pelaku.

Dirinya berharap, peristiwa ini hanya musibah atau kecelakaan biasa. Bukan ancaman atau tindakan lain untuk mengancam nyawa para penyelenggara pemilu di tingkat bawah jelang pemilu 2024.

“Saat ini saya fokus pada pemulihan, sebab kaki dan punggung masih bengkak-bengkak,” terangnya.

Ditempat berbeda, Sekretaris Panwaslu Panongan, Mujahidin menyebut bahwa pelaku saat itu tidak membawa tanda pengenal apapun.

Lanjutnya, ketika ditelusuri ternyata pelaku masih menjalani wajib lapor di Polresta Tangerang akibat menabrak orang hingga meninggal.

“Secara pribadi pak Putra sudah memaafkan pelaku, karena ini musibah yang tidak disengaja. Tapi tetap yang bersangkutan kita minta membuat surat pernyataan akan bertanggung jawan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” terang Mujahidin kepada wartawan.

Dengan begitu, pihaknya tetap mencari tau kebenaran nya yang terjadi sebenarnya. Karena, pihaknya penasaran, pelaku tidak membawa identitas diri layaknya pengendara pada umumnya.

“Kita tetap cari tahu kebenaran nya,” tandasnya.

(Wisnu)