TANGERANGBERKABAR.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menyebut lahan jagung gagal panen di Desa Bantar Panjang,Kecamatan  Tigaraksa dikarenakan asal tanam atau tidak dilakukan sebagaimana mestinya.

Kepala DPKP Kabupaten Tangerang melalui Penyuluh Pertanian, Liswan Noerjaman mengatakan jagung yang busuk di lahan tersebut juga dikarenakan tidak ada perlakuan benih harusnya sebelum di tanam. “Biasanya kalau petani itu di berikan pestisida pas saya kesana itu kena ulat grayak doang itu,” katanya, Selasa (30/12/2025).

Ia pun membantah pernyataan Kapolres yang menyebut gagal panen karena tengah tahapan pembersihan lahan, pengolahan tanah, pemupukan dasar, penanaman hingga pemeliharaan tanaman, dilaksanakan bertahap menyesuaikan kondisi dan kemampuan lahan.

Seharusnya, kata Liswan, tanahnya itu diolah dan di permentasi terlebih dahulu jangan langsung ditanam jagung. “Kemarin terlalu di geber tidak ada perementasi dulu gitu yah. Mengejar waktu mau ada kedatangan wakil presiden,” terangnya.

Meski begitu Liswan menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan jagung tumbuh buruk, diantaranya Cuaca Ektrem, yang kadang hujan dan kadang panas.

Sehingga, seluruh tanaman jagung mudah terkena Jamur. Namun yang terutama benihnya dari awal tidak ada perlakuan, perendaman benih sebelum tanam. “Dan setelah terjangkit jamur itu cuacanya extreme dan mempercepat penyebaran jamur,” pungkasnya.

(DERI/San)