TANGERANGBERKABAR.ID – Al Prakara-Taruna Tani Milenial di Desa Marga Sari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten menerapkan sistem integrated farming sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan dan Menguntungkan.

Ketua Tani Milenial-Al Prakarsa, Satria Agus Putra menjelaskan Integrated Farming merupakan sistem pertanian yang mengintegrasikan berbagai kegiatan-kegiatan seperti tanaman pangan, peternakan, dan perikanan dalam satu lokasi.
Tujuannya, untuk menciptakan ekosistem yang saling mendukung, meniru alam, memaksimalkan sumber daya, mengurangi limbah (prinsip zero waste), dan meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Contoh sederhananya: limbah dari peternakan dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk tanaman, sementara sisa tanaman bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau ikan.

Menurutnya, dengan sistem ini, petani bisa mendapatkan keuntungan dari berbagai sumber tanpa harus menambah luas lahan.
“Kami memanfaatkan kotoran ayam DOC menjadi pupuk organik padat,air kurasan kolam lele menjadi pupuk cair organik,” katanya, Minggu (04/1/2026).
Selain itu, kata Satria, pihaknya juga membuat pupuk cair organik dari bahan abu bekas bakaran daun dan kayu, tepung kulit kerang dan EM4 yang sudah dicampur dengan molase.
Satria menyebut, Keuntungan Bisnis Integrated Farming diantaranya:
- Efisiensi Biaya
Limbah dari satu unit usaha dapat dimanfaatkan oleh unit usaha lain, sehingga mengurangi biaya produksi. - Diversifikasi Pendapatan
Petani tidak hanya mengandalkan satu sumber penghasilan. Jika harga hasil tanaman turun, masih ada hasil ternak atau ikan. - Ketahanan Lingkungan
Sistem ini lebih ramah lingkungan karena meminimalisir limbah dan menggunakan pupuk organik. - Sistem Resilien
Jika satu sektor gagal (misalnya gagal panen), sektor lain masih bisa menopang bisnis. - Potensi untuk Skala Industri dan Edukasi
Integrated farming bisa dikembangkan menjadi lokasi edukatif, wisata pertanian, atau skala industri yang lebih besar.
“Integrated farming sebuah langkah strategis menuju pertanian masa depan yang produktif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan,” pungkasnya.
(DERI)


Tinggalkan Balasan