TANGERANGBERKABAR.ID – Proyek gerbang utama Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Tangerang di Tigaraksa terus disorot tajam.

Selain masalah keterlambatan pengerjaan, muncul dugaan dari berbagai pihak bahwa pelaksana proyek melakukan efisiensi yang tidak wajar demi meraup keuntungan besar.

Indikasi Pengurangan Spesifikasi Material

Sorotan publik semakin menguat setelah adanya dugaan ketidaksesuaian antara anggaran yang dikucurkan dengan kualitas fisik yang terlihat di lapangan. Beberapa pengamat konstruksi mensinyalir adanya upaya “tebang pilih” dalam penggunaan material bangunan.

Sadewa salah satu pengamat kebijakan publik menyebut jika dilihat dari pagu anggaran yang fantastis, seharusnya kualitas material yang digunakan adalah kelas satu.

“Namun, muncul kekhawatiran adanya substitusi material ke kualitas yang lebih rendah agar selisih keuntungan yang diambil pelaksana lebih besar,” ujarnya.

Sorotan Terhadap Margin Keuntungan Pelaksana

Isu mengenai dugaan pengejaran profit yang tidak sehat ini menjadi perbincangan hangat di kalangan aktivis dan masyarakat. Beberapa poin kritis yang disampaikan meliputi:

  • Minimnya Tenaga Kerja: Jumlah pekerja di lapangan dinilai tidak sebanding dengan skala proyek, yang diduga sebagai upaya menekan biaya operasional (manpower).

  • Penggunaan Alat Berat: Intensitas penggunaan alat berat yang terbatas dianggap memperlambat progres namun menghemat biaya sewa bagi kontraktor.

  • Kualitas Finishing: Publik mengkhawatirkan hasil akhir yang hanya tampak bagus di luar (estetika) namun rapuh secara struktur akibat efisiensi biaya bahan.

Sadewa menegaskan, jangan sampai proyek ini hanya dijadikan ladang mencari keuntungan pribadi oleh kontraktor tanpa mempedulikan daya tahan bangunan.

“Jika spesifikasi dikurangi demi margin profit, yang dirugikan adalah negara dan masyarakat, kalau begitu ambil cuannya kegedean” katanya.

  1. Desakan Audit Investigatif

Menanggapi isu yang berkembang, sejumlah elemen masyarakat mendesak Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk segera melakukan audit investigatif terhadap proyek Gerbang Puspem Tigaraksa.

Audit ini dianggap penting untuk membuktikan apakah pengerjaan sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau terdapat praktik “mark-up” dan pengurangan volume pekerjaan.

       2. Respons Pihak Kontraktor

Hingga saat ini, pihak pelaksana proyek belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan miring tersebut. Papan informasi proyek di lokasi pun dinilai tidak memberikan rincian teknis yang cukup transparan bagi masyarakat yang ingin melakukan pengawasan sosial.

Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui dinas terkait diharapkan segera turun tangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh sebelum serah terima pekerjaan dilakukan, guna memastikan uang rakyat benar-benar kembali dalam bentuk infrastruktur yang berkualitas.