TANGERANGBERKABAR.ID – Jika Anda melintasi kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang di Tigaraksa, ada satu pemandangan yang kini mencuri perhatian. Bukan lagi sekadar tugu beton kaku, Titik Nol Kilometer Kabupaten Tangerang telah bersolek menjadi taman estetik yang memadukan fungsi ekologis dengan ruang sosial bagi masyarakat.
Transformasi ini menandai babak baru bagi Kabupaten Tangerang dalam menata pusat kotanya agar tidak hanya padat dengan gedung administrasi, tetapi juga ramah bagi pejalan kaki dan rekreasi keluarga.

Revitalisasi yang Mengubah Wajah Kawasan
Pembangunan taman di titik pusat koordinat ini merupakan bagian dari proyek strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Fokus utamanya adalah mengubah lahan pasif menjadi Landmark Ikonik yang fungsional.
Beberapa detail menarik yang bisa ditemui di lokasi ini antara lain:
-
Tugu Ikonik Modern: Landmark utama yang menunjukkan angka “0” didesain dengan material modern yang tampak megah, terutama saat disorot lampu temaram pada malam hari.
-
Vegetasi Peneduh: Penanaman berbagai jenis tanaman hias dan pohon peneduh di sekeliling tugu memberikan efek sejuk, kontras dengan suhu udara perkotaan yang biasanya menyengat.
-
Fasilitas Pendukung: Tersedia area duduk (bench) yang tersebar di beberapa titik, jalur pedestrian yang rapi, dan sistem pencahayaan artistik yang memastikan area ini tetap aman dan indah hingga malam hari.
Menjadi Magnet Baru bagi Komunitas
Sejak rampung dibangun, Taman Titik Nol ini tidak pernah sepi. Pada pagi hari, area ini sering digunakan warga untuk berolahraga ringan atau sekadar berjemur. Sementara saat sore menjelang malam, tempat ini bertransformasi menjadi titik kumpul komunitas foto, anak muda, hingga orang tua yang membawa anak-anak mereka.
“Ini bukan cuma penanda wilayah. Bagi kami, ini adalah simbol bahwa Tangerang mulai peduli pada estetika kota. Sekarang kalau mau foto yang bagus tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta,” ungkap salah satu pengunjung yang sedang asyik berswafoto.
Fungsi Ekologis dan Sosial
Selain nilai estetika, keberadaan taman ini berfungsi sebagai:
-
Daerah Resapan Air: Membantu meminimalisir genangan air di sekitar pusat pemerintahan saat intensitas hujan tinggi.
-
Peredam Polusi: Sebagai filter udara alami dari sirkulasi kendaraan yang padat di kawasan Tigaraksa.
-
Simbol Literasi Sejarah: Mengingatkan masyarakat mengenai titik awal pembangunan dan sejarah perkembangan wilayah Kabupaten Tangerang.
Kehadiran Taman Titik Nol Kilometer ini diharapkan tidak hanya menjadi proyek fisik semata, tetapi juga memicu rasa memiliki (sense of belonging) bagi masyarakat untuk menjaga fasilitas publik yang telah dibangun dengan pajak rakyat tersebut.
(Deri)


Tinggalkan Balasan