TANGERANGBERKABAR.ID – Kesabaran pengguna jalan tol nampaknya sudah mencapai titik nadir. Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan (AMPP) secara resmi menyatakan bakal menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan kantor jasa Marga Cabang Jakarta-Tangerang.

Aksi ini dipicu oleh kondisi infrastruktur jalan bebas hambatan yang dinilai jauh dari kata layak, namun terus memungut biaya tinggi dari kantong rakyat.

Aliansi menilai pengelola tol telah lalai dalam menjalankan kewajibannya melakukan pemeliharaan rutin. Lubang-lubang menganga dan kontur jalan yang bergelombang bukan lagi sekadar ketidaknyamanan, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan nyawa pengendara.

“Rakyat membayar tarif tol untuk kecepatan dan keamanan, bukan untuk melewati jalur ‘off-road’ yang mempertaruhkan nyawa. Ini adalah bentuk pengabaian terhadap hak konsumen!” tegas perwakilan AMPP dalam keterangannya.

Dalam rencana aksinya, AMPP membawa beberapa tuntutan krusial:

  • Pertanggungjawaban Penuh: Mendesak pengelola segera melakukan perbaikan total, bukan sekadar tambal sulam yang cepat rusak kembali.
  • Audit Anggaran: Mempertanyakan ke mana larinya dana pemeliharaan jalan jika kondisi di lapangan tetap memprihatinkan.
  • Kompensasi Pengguna: Menuntut kompensasi atau penurunan tarif selama standar pelayanan minimum (SPM) jalan tol belum terpenuhi.

Kekecewaan ini sebenarnya sudah lama menyuar di media sosial, namun respon lambat dari pihak pengelola membuat massa memilih turun ke jalan. AMPP menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk pengawasan publik terhadap badan usaha yang dinilai hanya mengejar profit tanpa memedulikan aspek keselamatan.

“Kami tidak akan tinggal diam melihat pembiaran ini. Jika kantor mereka harus dikepung agar mereka mendengar jeritan pengguna jalan, maka itu yang akan kami lakukan,” pungkasnya.

(Der)