TANGERANGBERKABAR.ID – Suasana duka menyelimuti Kampung Dukuh, Kecamatan Jayanti, pada Rabu (21/01/2026). Di tengah kepungan banjir yang melanda kawasan tersebut, sebuah tragedi memilukan merenggut nyawa dua anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Keduanya menghembuskan napas terakhir setelah diduga tenggelam saat bermain di genangan banjir Perumahan Taman Cikande.
Di balik garis polisi dan genangan air yang belum surut, hadir sosok Kapolsek Cisoka, Iptu Aditya Surya Sakti Menanggapi laporan warga dengan gerak cepat, ia tak sekadar melakukan olah TKP, namun memilih untuk hadir langsung di tengah keluarga korban yang sedang terpukul.
Peristiwa ini bermula saat kedua korban mencoba mengisi waktu luang dengan berenang di area perumahan yang terendam banjir. Bagi anak-anak, genangan air mungkin terlihat seperti tempat bermain yang seru, namun realitanya justru menyimpan bahaya yang mematikan.
“Anak-anak sempat bermain di sekitar genangan, namun airnya cukup dalam dan berisiko,” ungkap Wulan, salah seorang warga.
Iptu Aditya tidak datang dengan tangan kosong. Kedatangannya ke rumah duka membawa pesan empati yang mendalam.
Di hadapan orang tua korban yang masih syok, Kapolsek memberikan dukungan moril dan doa sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Kehilangan anak adalah luka yang sangat berat. Kami hadir di sini untuk memastikan keluarga tidak merasa sendiri dalam menghadapi musibah ini,” ujar Iptu Aditya dengan nada bicara yang teduh.
Meski diselimuti rasa duka, Iptu Aditya tetap menjalankan fungsinya sebagai pengayom masyarakat. Ia memberikan peringatan keras kepada para orang tua di wilayah hukumnya agar lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak di tengah cuaca ekstrem.
Orang tua diminta tidak membiarkan anak bermain tanpa pengawasan di area rawan banjir. “Kami tidak ingin kejadian serupa terulang kembali. Keselamatan jiwa adalah prioritas utama kami semua,” tegasnya.
(Der/San)


Tinggalkan Balasan