TANGERANGBERKABAR.ID– Jeritan minta tolong menggema dari warga Kampung Cogreg, Desa Pasir Bolang, Kecamatan Tigaraksa. Di tengah kepungan banjir besar yang memutus akses jalan dan aliran listrik, warga mengaku sama sekali belum tersentuh bantuan logistik, sementara wilayah lain dikabarkan sudah mulai menerima distribusi.
Kondisi darurat ini terungkap melalui pesan singkat yang beredar dari warga setempat bernama Indar (29). Ia mendesak agar pihak berwenang, terutama Camat Tigaraksa, Cucu Abdurrosyied ataupun Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, segera mengambil tindakan nyata sebelum kondisi warga semakin memburuk.
“Tolong bilangin Pak Cucu atau Pak Maesyal. Pasir Bolang banjir gede tapi bantuan ga merata, apalagi Kp. Cogreg samsek (sama sekali) ga ada bantuan,” tulis Indar dalam pesan singkatnya, Sabtu (24/01/2026).
Ketajaman keluhan warga bukan tanpa alasan. Indar membeberkan bahwa Kampung Cogreg seolah menjadi “anak tiri” dalam penanganan bencana kali ini.
Meski aparat desa dan Bhabinkamtibmas dilaporkan sempat memantau lokasi pada malam sebelumnya, hingga detik ini belum ada satu pun paket bantuan makanan yang mendarat di tangan warga Cogreg.
Situasi di lapangan digambarkan sangat mencekam bagi warga yang bertahan di rumah masing-masing.
“Ga ada akses, listrik mati, makanan ga ada,” tambah Indar dengan nada getir, menggambarkan kondisi riil warga yang kini terhimpit kebutuhan dasar.
Ketimpangan distribusi ini memicu kekecewaan mendalam. Warga mempertanyakan akurasi pendataan dan skema penyaluran bantuan yang dilakukan Pemerintah Desa Pasir Bolang maupun Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Warga Kampung Cogreg RT 003 RW 003 mendesak agar tim evakuasi dan logistik tidak hanya sekadar “lewat” atau melakukan pemantauan visual, melainkan benar-benar membawa bantuan pangan dan perlengkapan darurat ke titik-titik terisolasi. Jika tidak segera ditangani, ancaman kelaparan dan penyakit pasca-banjir akan menjadi bencana kedua bagi warga Cogreg.
(Der/San)


Tinggalkan Balasan