TANGERANGBERKABAR.ID — Alih-alih memberikan solusi teknis atas banjir yang merendam Kampung Lontar, pihak pengembang Agung Intiland dinilai hanya melempar “formalitas” lewat bantuan logistik. Warga Desa Kalibaru, Kecamatan Pakuhaji, menegaskan bahwa 50 dus mi instan tidak akan bisa menyedot genangan air yang telah melumpuhkan aktivitas mereka selama berhari-hari.

Hingga Jumat (06/02/2026), pemukiman di RT 002/011 dan RT 003/011 masih terendam. Warga menuding pembangunan yang dilakukan pengembang menjadi biang kerok tersumbatnya aliran air, namun respons yang diterima justru dianggap menghina penderitaan rakyat.
Muslim, perwakilan warga terdampak, menyatakan kekecewaannya. Menurutnya, bantuan pangan yang diberikan pengembang hanyalah upaya pencitraan untuk menutupi tanggung jawab besar yang diabaikan.
“Kalau tidak salah memang ada bantuan sekitar 50 dus mi instan, tapi kami tidak butuh itu. Yang kami butuhkan tindakan! Jangan setiap banjir cuma datang bawa bantuan seadanya, lalu hilang tanpa solusi,” tegas Muslim dengan nada geram.
Bagi warga, akar persoalan sudah sangat jelas: buruknya sistem drainase dan dampak pemagaran lahan oleh pengembang yang diduga memperparah luapan air. Warga merasa dibiarkan berjuang sendirian di tengah kepungan banjir tanpa ada komitmen nyata untuk perbaikan infrastruktur permanen.
“Masalah kami ini serius. Ini tuntutan soal pemagaran dan penanganan banjir. Ini tanggung jawab pengembang, seharusnya tanpa diminta pun mereka sudah bergerak!” lanjut Muslim.
Ketidakpastian ini membuat masyarakat Kampung Lontar mulai kehilangan kesabaran. Mereka menuntut Agung Intiland segera turun ke lapangan dengan alat berat dan rencana teknis, bukan sekadar membawa mobil logistik.
Selain itu, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk berhenti menjadi penonton. Instansi terkait diminta segera memanggil pihak pengembang dan memberikan sanksi tegas jika terbukti aktivitas pembangunan mereka merugikan ekosistem pemukiman warga.
Hingga berita ini diturunkan, genangan air di Kalibaru belum menunjukkan tanda-tanda akan surut, berbanding lurus dengan belum adanya tindakan nyata dari pihak Agung Intiland di lokasi titik banjir.
(Der/San)


Tinggalkan Balasan