TANGERANGBERKABAR.ID –  CEO Geram Grup Alamsyah mempertanyakan keabsahan data yang dirilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait angka putus sekolah di Kabupaten Tangerang yang mengalami peningkatan signifikan.

Berdasarkan data Kemendikdasmen, angka putus sekolah di wilayah yang dijuluki “Kota Seribu Industri Sejuta Jasa” itu tercatat mencapai 25.454 anak pada tahun 2024. Angka tersebut melonjak dari 22.194 anak pada tahun 2022, atau meningkat sekitar 3.000-an anak.

Dengan angka tersebut, Kabupaten Tangerang masih menempati posisi pertama sebagai daerah dengan tingkat putus sekolah tertinggi se-Provinsi Banten.

Menanggapi hal ini, Alamsyah meminta Kemendikdasmen untuk lebih transparan.Dirinya menilai perlu ada kejelasan mengenai metode pengumpulan data tersebut.Kementerian harus berani membuka data itu secara lengkap, termasuk cara mereka mendapatkan angka tersebut.

Masyarakat kabupaten Tangerang perlu tahu juga kan, apakah benar saat ini masih banyak anak yang putus sekolah di tingkat dasar dan menengah pertama?” ujar Alamsyah kepada wartawan, Sabtu (26/4/2025).

Menurutnya, dengan berbagai program wajib belajar yang selama ini dicanangkan pemerintah, serta banyaknya bantuan pendidikan yang disalurkan, seharusnya angka putus sekolah tidak lagi menjadi masalah besar.

“Karena selama ini yang selalu jadi permasalahan setiap tahun nya tidak jauh dari permasalahan PPDB yaitu tentang zona lokasi,” tandasnya

(Deri)