TANGERANGBERKABAR.ID – Image Posyandu yang selama ini identik dengan tangisan bayi dan antrean imunisasi mulai berubah total di Desa Talaga. Melalui Posyandu Sakura 2, paradigma “Posyandu cuma buat bocil (anak kecil)” resmi dipatahkan. Kini, tempat ini bertransformasi menjadi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang siap melayani warga dari semua kalangan usia.

Bukan sekadar perubahan nama, transformasi ini adalah langkah nyata dalam mendekatkan layanan kesehatan ke depan pintu rumah warga. Jadi, mulai dari balita, remaja galau, orang dewasa produktif, hingga kakek-nenek, semuanya kini punya urusan di Posyandu.

Dalam kegiatan rutin yang digelar pada Rabu (25/2/2026), suasana Posyandu Sakura 2 tampak lebih ramai dan beragam. Tidak hanya ibu-ibu yang menggendong bayi, tapi juga terlihat para lansia yang mengantre cek kesehatan dan remaja yang berkonsultasi mengenai gizi.

Kepala UPTD Puskesmas Cikupa, drg. Dono Koesoemo Atmojdo, menjelaskan bahwa sistem integrasi ini adalah solusi agar masyarakat tidak perlu lagi menempuh jarak jauh ke puskesmas atau rumah sakit hanya untuk pemeriksaan dasar.

“Dengan sistem integrasi ini, masyarakat tidak perlu datang ke fasilitas kesehatan yang jauh. Semua layanan dasar bisa diakses langsung di desa,” ujar drg. Dono dengan optimis.

Di dalam ruang Posyandu Sakura 2, suasana kini jauh lebih berwarna karena layanan kesehatan telah dipetakan berdasarkan siklus hidup manusia.

Di sudut pertama, keriuhan khas Balita masih menjadi prioritas utama; para petugas dengan telaten menimbang berat badan dan memantau tumbuh kembang si kecil guna memastikan Desa Talaga benar-benar bebas dari ancaman stunting. Tak jauh dari sana, para Ibu Hamil tampak tenang menjalani pemeriksaan rutin dan berkonsultasi, memastikan nutrisi sang janin terjaga hingga hari persalinan tiba.

Pemandangan yang berbeda terlihat di area Remaja dan Usia Produktif. Di sini, posyandu bukan lagi soal imunisasi, melainkan tempat “skrining kesehatan” bagi mereka yang sibuk bekerja. Sambil mengecek kondisi fisik, mereka dibekali edukasi gizi agar tetap bugar dan produktif di tengah rutinitas yang padat.

Sementara itu, para Lansia juga memiliki ruang khusus untuk “cek mesin” berkala—mulai dari memantau tekanan darah hingga kadar gula darah agar masa tua tetap berkualitas. Semua aktivitas ini dibalut dengan Edukasi Sehat yang gencar dilakukan para kader, memberikan pemahaman mendalam tentang cara menangkal penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi melalui budaya hidup sehat yang sederhana namun berdampak besar.

Program ILP ini merupakan pilar transformasi sistem kesehatan nasional yang dicanangkan Kementerian Kesehatan RI. Fokusnya jelas: Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Dengan adanya Posyandu Sakura 2 sebagai ujung tombak, Desa Talaga diharapkan bisa melakukan deteksi dini penyakit kronis lebih cepat. Sinergi antara pemerintah desa, kader yang cekatan, dan tenaga kesehatan profesional diharapkan mampu menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih sehat dan berumur panjang.

Jadi, buat warga Desa Talaga, jangan tunggu sakit untuk datang ke Posyandu. Karena sekarang, Posyandu Sakura 2 adalah milik semua usia!