TANGERANGBERKABAR.ID – Pemerintah Kabupaten Tangerang bergerak cepat merespons bencana banjir yang melanda 27 dari 29 kecamatan di wilayah tersebut. Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, menyatakan bahwa seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tengah dikerahkan untuk menangani dampak luapan air yang merendam pemukiman warga dan lahan pertanian.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tercatat sekitar 33.000 Kartu Keluarga (KK) atau kurang lebih 133.000 jiwa terdampak oleh bencana ini. Tingginya intensitas serta durasi hujan yang lama menyebabkan sungai-sungai utama seperti Sungai Cidurian, Cirarab, dan Cimanceuri tidak lagi mampu menampung debit air.

Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa pemerintah daerah hadir di tengah masyarakat dari pagi hingga malam untuk memastikan bantuan tersalurkan.

“Kami bersama PLH Sekda dan OPD terkait terus memantau di lapangan. Saat ini fokus kami adalah keselamatan warga. Tenda darurat, dapur umum, serta logistik sudah disiapkan bersama unsur Kodim, Polres, Satradar, dan Dinsos. Dinas Kesehatan juga siaga di puskesmas-puskesmas untuk menangani keluhan kesehatan warga seperti demam dan penyakit kulit,” ujar Maesyal Rasyid.

Sebagai langkah cepat untuk menyurutkan air, Pemkab Tangerang telah melakukan pengadaan pompa air berskala besar guna mempercepat pengaliran air dari pemukiman kembali ke sungai. Selain itu, perbaikan darurat akan segera dilakukan di titik-titik krusial.

“Untuk hal-hal yang bersifat emergency, kita akan segera memperbaiki dan melebarkan saluran air, terutama di wilayah Salembaran Jati. Kami juga berencana membangun pintu air di beberapa lokasi strategis seperti di Jayanti dan Kosambi,” tambahnya.

Menyadari posisi Kabupaten Tangerang yang berada di wilayah hilir, Bupati telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan pemerintah pusat terkait normalisasi sungai yang merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Tiga minggu lalu kami sudah turun langsung menyerap aspirasi warga yang menginginkan normalisasi dan pembangunan tanggul. Alhamdulillah, kemarin sudah dirapatkan bersama Pak Gubernur, Walikota Tangerang, dan Walikota Tangerang Selatan untuk mencari solusi menyeluruh. Kami sudah berkoordinasi dengan BPK agar anggaran darurat dapat digunakan secara tepat guna meminimalisir banjir ke depannya,” tutup Bupati.

Hingga saat ini, pemantauan terhadap debit air di Situ Gelam dan aliran sungai utama terus dilakukan secara intensif mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

(DER)