TANGERANGBERKABAR.ID – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid angkat bicara terkait isu perbedaan sikap antara dirinya dengan Sekretaris Daerah(Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja mengenai wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB).

“Enggak ada enggak ada perbedan sikap,” tegas Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid usai menghadiri agenda Rapat Paripurna, Kamis (7/8/2025).

Terkait DOB Tangerang Utara maupun Tangerang Tengah, Maesyal mengaku telah menemui dan berkomunikasi dengan sejumlah tokoh masyarakat setempat. Didalam pertemuan tersebut, dia memastikan bahwa DOB tahapannya tetap berjalan.

“Rancanganya itu tetap kita jalankan. Kan nunggu moratorium juga, pengembangan wilayahnya tetap kita jalankan dalam rangka pemenuhan kebutuhan tersebut,” terangnya.

“Selain itu, sebelum terbentuknya daerah otonomi baru, perlu adanya pemerataan pembangunan terlebih dahulu supaya wilayah tersebut bisa cepat berjalan,” pungkasnya.

Pernyataan Maesyal ini menanggapi politisi partai Demokrat, M. Nawa Said Dimyati atau Cak Nawa yang menduga adanya pecah kongsi di internal pemerintahan Kabupaten Tangerang.

Nawa juga menyebut soma merupakan antitesa dari arah kebijakan kepala daerah sebelumnya yakni Ismed Iskandar Maupun Ahmed Zaki Iskandar atau Rezim Tangerang Gemilang.

Hal itu Nawa Said katakan usai Soma Atmaja menyatakan bahwa tak ingin wacana pembentukan daerah otonomi baru (DOB) dituangkan secara eksplisit dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2024–2029.

Padahal, pada Mei 2025 lalu, Bupati Maesyal memberikan sinyal merestui pemekaran, salah satunya wilayah Tangerang Utara. Dia mempersilakan masyarakat merancang pembentukan daerah otonom baru di wilayah pesisir pantai Tangerang tersebut.

Restu itu disampaikan Maesyal saat menghadiri diskusi percepatan pembangunan wilayah Kabupaten Tangerang bagian pesisir Utara di Pendopo Bupati, Selasa (27/5/2025).

(Der/San)