TANGERANGBERKABAR.ID – Sikap diam seribu bahasa yang ditunjukkan Camat Tigaraksa, Cucu Abdurrosyied, terkait kondisi memprihatinkan rumah Nenek Mursani (75) di Desa Matagara, memicu reaksi pedas. Aktivis senior Kabupaten Tangerang, Alamsyah, melontarkan sindiran tajam atas bungkamnya sang pemangku wilayah.

WhatsApp Image 2026 02 16 at 21.10.25 1 e1771251847882

Alamsyah menilai, ketidakmampuan Camat dalam merespons konfirmasi media maupun laporan warga menunjukkan adanya sumbatan komunikasi yang kronis di birokrasi Kecamatan Tigaraksa.

“Saya heran, dikonfirmasi soal nyawa warga kok susah sekali menjawabnya. Apa Pak Camat sedang sakit gigi sampai tidak bisa bicara, atau jangan-jangan hatinya sudah mati rasa melihat penderitaan rakyat?” cetus Alamsyah dengan nada menyindir, Senin (16/2/2026).

Menurut Alamsyah, di tengah kondisi darurat rumah yang hanya disangga bambu dan diikat tali, seorang pemimpin seharusnya menunjukkan empati, bukan malah menghilang saat ditanya solusi.

Sindiran Alamsyah bukan tanpa alasan. Fakta di lapangan menunjukkan Nenek Mursani dan cucu perempuannya yang masih SMP tinggal dalam “bom waktu”: Seperti Atap tanpa plafon yang hanya ditopang bambu melengkung, Kabel tanpa pelindung yang berseliweran rendah di tengah atap boco dan Kamar mandi terbuka dengan bilik transparan yang hancur.

“Pejabat itu digaji dari pajak rakyat, termasuk pajak dari warga kecil. Kalau untuk urusan administratif program RTLH saja sampai ‘GTM’ (Gerakan Tutup Mulut), lalu apa fungsinya ada Kantor Kecamatan?” tambah Alamsyah.

Alamsyah mendesak agar pihak Kecamatan Tigaraksa segera sembuh dari “sakit gigi”-nya dan turun langsung ke lokasi. Ia menegaskan bahwa birokrasi tidak boleh menjadi penghalang bagi keselamatan jiwa. “Jangan tunggu rumah itu roboh dan menelan korban baru sibuk bikin laporan. Kalau memang sakit gigi, silakan berobat, tapi kalau mati rasa, lebih baik mundur dari jabatan. Nenek Mursani butuh atap yang aman, bukan pejabat yang diam,” tegasnya menutup pembicaraan.

Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp kepada Camat Tigaraksa tetap tidak membuahkan hasil.

(Der/San)