TANGERANGBERKABAR.ID – Skandal hiburan malam di Cisoka memasuki babak baru yang cukup memalukan. Di saat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cisoka tengah gencar mendesak penutupan tempat hiburan malam, muncul pengakuan mengejutkan dari para “penikmat” fasilitas tersebut di ruang publik.

Berdasarkan pantauan di kolom komentar media sosial Tangerang Berkabar, praktik prostitusi terselubung atau penyediaan pemandu lagu (LC) di Karaoke Telaga Biru secara tidak langsung terkonfirmasi melalui testimoni pengguna.

Bukannya merasa risih dengan desakan penutupan dari tokoh agama, beberapa warganet justru saling melempar informasi mengenai “kualitas” pelayanan di lokasi tersebut. Akun bernama Widia Novita secara vulgar mempromosikan layanan pemandu lagu di Telaga Biru saat menjawab pertanyaan akun lain.

“Lc nya bagus bagus ga teh,” tanya akun MRH. “Bagus pake banget,” jawab Widia tanpa ragu.

Pernyataan “bagus pake banget” ini seolah menjadi tamparan keras bagi pihak berwenang dan tokoh masyarakat yang sedang berjuang membenahi moralitas di wilayah Cisoka. Hal ini membuktikan bahwa bisnis hiburan malam di lokasi tersebut memang memiliki daya tarik “layanan” yang kuat bagi para pelanggannya.

Ketajaman isu ini tidak hanya berhenti pada testimoni LC. Akun yang sama, Widia Novita, kedapatan mencoba mengintervensi independensi pers dengan menanyakan mengapa berita desakan MUI tersebut belum dihapus. Ia bahkan membawa-bawa nama “pemilik cafe” dalam upayanya membungkam pemberitaan.

“Kenapa belum di takedown min??? kan udah bikin janji sama yang punya Cafe kalau berita ini minta di hapus,” tulisnya.

Pengakuan terbuka mengenai kualitas LC ini semakin memperkuat alasan mengapa MUI Cisoka bersikeras menuntut penutupan permanen. Keberadaan Karaoke Telaga Biru dianggap bukan sekadar tempat bernyanyi, melainkan magnet bagi aktivitas yang melanggar norma agama dan sosial di Kabupaten Tangerang.

Publik kini menunggu tindakan tegas dari Satpol PP dan aparat penegak hukum. Apakah testimoni “bagus banget” ini akan terus berlanjut, ataukah desakan MUI yang akhirnya berhasil meratakan tempat tersebut?

(Der)