TANGERANGBERKABAR.ID – Menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bergerak cepat memastikan keselamatan dan kenyamanan warga di perjalanan. Sebanyak 12 Posko Kesehatan strategis disiapkan untuk melayani para pemudik, baik pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat.

Langkah ini diambil sebagai implementasi dari Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor 164 Tahun 2026 mengenai kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan selama masa libur lebaran.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak main-main dalam memberikan proteksi kesehatan bagi warga yang melintas di wilayah Kabupaten Tangerang. Sebanyak 264 tenaga kesehatan (nakes) diterjunkan langsung ke lapangan.

“Kami menyebar 264 nakes yang akan bertugas di seluruh posko. Skemanya, setiap pos akan diisi oleh 9 tenaga medis yang bekerja secara bergantian dalam tiga shift selama 24 jam,” ujar Hendra saat memberikan keterangan kepada awak media, Sabtu (14/3/2026).

Layanan di posko ini mencakup pemeriksaan kesehatan dasar, penanganan kelelahan, pemberian obat-obatan darurat, hingga tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) sebelum dirujuk ke rumah sakit jika diperlukan.

Keberhasilan pelayanan mudik tahun ini tidak diletakkan di atas pundak satu instansi saja. Dr. Hendra Tarmizi menegaskan bahwa kunci utama dari kenyamanan pemudik adalah kolaborasi lintas sektoral yang presisi. Di lapangan, petugas kesehatan tidak akan berdiri sendiri; mereka menjadi bagian dari ekosistem pengamanan besar yang melibatkan berbagai elemen negara.

“Kami menyadari bahwa pelayanan medis yang optimal hanya bisa terwujud jika didukung oleh sistem keamanan dan mobilitas yang baik. Oleh karena itu, sinergi adalah harga mati,” ungkap Hendra.

Dalam praktiknya, Dinas Kesehatan akan melebur bersama personel Kepolisian (Polres Metro Tangerang Kota & Polresta Tangerang) di titik-titik Pos Pengamanan (Pospam). Kehadiran polisi memastikan akses bagi ambulans dan keamanan area, sementara tenaga medis siap siaga memberikan pertolongan pertama saat terjadi insiden di jalur utama.

Di sisi lain, personil TNI dan Satpol PP turut memperkuat barisan untuk menjaga kondusivitas di sekitar area posko, memberikan rasa aman bagi pemudik yang tengah beristirahat. Tak kalah krusial, koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) menjadi ‘mata’ bagi tim medis; melalui pantauan arus lalu lintas dan titik kepadatan, tim kesehatan dapat bergerak lebih cepat dan responsif menuju lokasi yang membutuhkan bantuan darurat.

Integrasi ini menciptakan jaring pengaman yang rapat, memastikan setiap jengkal jalur mudik di Kabupaten Tangerang berada dalam pengawasan medis dan keamanan yang terukur.

Selain 12 posko yang tersebar di jalur arteri dan titik lelah pemudik, Dinkes juga menetapkan 7 Puskesmas Rawat Inap sebagai Posko Utama. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi pemudik atau warga yang membutuhkan perawatan medis lebih intensif tanpa harus langsung dibawa ke RSUD.

“Puskesmas rawat inap ini tetap akan standby penuh. Petugas medis tidak libur dan tetap bersiaga meskipun di hari H lebaran. Fasilitas rawat inap, ambulans, dan kegawatdaruratan dipastikan berfungsi optimal,” tegasnya.

Menutup keterangannya, dr. Hendra Tarmizi mengimbau para pemudik untuk tidak memaksakan diri jika merasa lelah.

“Jangan ragu untuk mampir ke posko kami. Fasilitas ini gratis untuk masyarakat. Lebih baik beristirahat 15-30 menit di posko daripada berisiko di jalan,” pungkasnya.

(Der)