TANGERANGBERKABAR.ID – Penderitaan warga Kampung Lontar, Desa Kalibaru, Kecamatan Pakuhaji, semakin memuncak. Di tengah kepungan banjir yang diduga kuat akibat pembangunan tandon oleh pengembang PT Laksana Business Park (PT Agung Intiland), warga mengaku hingga kini belum mendapatkan perhatian, apalagi bantuan nyata dari pihak-pihak terkait.

Kondisi ini seolah mengonfirmasi temuan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang sebelumnya yang menyebut adanya “borok” dalam proyek pembangunan tandon tersebut, di mana elevasi tandon dibangun lebih tinggi dari ratusan rumah warga.

“Tidak Ada Peninjauan, Tidak Ada Bantuan” Muslim, salah seorang warga Kampung Lontar RT 001/011, mengungkapkan kekecewaannya. Hingga Rabu (28/1/2026), belum ada satu pun perwakilan dari pihak pengembang, Pemerintah Kecamatan, maupun anggota Dewan yang turun ke lokasi untuk meninjau nasib warga yang terdampak.

“Sampai hari ini dari pihak pengembang, orang kecamatan, dewan, atau orang dinas, tidak ada peninjauan untuk warga kami. Kami dapat informasi katanya peninjauan baru akan dilakukan 1 atau 2 minggu lagi. Padahal saat ini kami sudah kesulitan,” ujar Muslim dengan nada getir.

Ketidakhadiran pihak pengembang di titik krusial seperti RT 001/011, RT 002/011, dan RT 003/011 juga sangat dirasakan. Jangankan solusi teknis, bantuan logistik berupa sembako yang sangat dibutuhkan warga saat banjir pun tak kunjung datang.

Dampak Proyek yang Salah Sasaran Sebelumnya, DBMSDA Kabupaten Tangerang sempat mengkritik keras PT Agung Intiland. Pembangunan tandon yang seharusnya menjadi solusi banjir, justru berubah menjadi “ancaman” bagi warga karena posisinya yang lebih tinggi. Air dari kawasan proyek justru mengalir deras dan merendam pemukiman warga Kp. Lontar.

Warga kini merasa terisolasi dalam penderitaan. Mereka menuntut janji pemerintah dan tanggung jawab pengembang untuk segera turun ke lapangan, bukan hanya menunggu hitungan minggu di saat rumah-rumah mereka sudah terendam.

“Kami tidak butuh janji peninjauan minggu depan. Kami butuh tindakan sekarang, pengalihan air segera, dan bantuan pangan bagi warga yang terdampak,” tegas perwakilan warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga Kampung Lontar masih terus berjaga di tengah genangan air, berharap ada keajaiban dari para pemangku kebijakan yang selama ini mereka pilih.

(San)