TANGERANGBERKABAR.ID – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas hidup warganya terus dibuktikan melalui pembangunan infrastruktur yang masif. Tahun ini, melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), pemerintah daerah resmi mengalokasikan anggaran sebesar Rp345 Miliar untuk memacu konektivitas wilayah dan memperkuat urat nadi perekonomian daerah.

Infrastruktur jalan yang mantap dinilai sebagai kunci utama dalam menggerakkan roda ekonomi dan mempermudah akses pelayanan publik bagi masyarakat di seluruh pelosok Kabupaten Tangerang. Pembangunan tahun ini mencakup total panjang jalan hingga 29 kilometer yang tersebar secara merata di 220 lokasi.

Penentuan titik perbaikan ini telah melalui proses kajian matang dengan mengedepankan skala prioritas. DBMSDA telah memetakan sejumlah ruas utama yang menjadi perhatian khusus untuk segera ditangani. Di wilayah utara, perbaikan difokuskan pada jalur strategis seperti Jl. Teluknaga – Tanjung Pasir, Jl. Gardu – Tanah Merah, Jl. Cituis Sukadiri – Jati Gintung, hingga akses Jl. Penjamuran – Ceplak dan Jl. Kronjo – Penjamuran.

Tak hanya itu, konektivitas di wilayah penyangga industri juga diperkuat melalui perbaikan Jl. Pasar Kemis – Rajeg, Jl. Pasar Kemis – Jatiuwung, serta Jl. Cikupa – Pasar Kemis. Sementara untuk wilayah tengah dan barat, akses seperti Jl. Cadas – Sepatan, Jl. Jati – Sepatan, Jl. Balaraja – Ceplak, hingga Jl. Cangkudu – Cisoka masuk dalam daftar prioritas utama yang pengerjaannya akan segera dikebut.

Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menyatakan bahwa proyek besar ini merupakan jawaban atas kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin dinamis. Ia menegaskan bahwa setiap titik yang dipilih memiliki peran krusial dalam menghubungkan antar-kecamatan.

“Alokasi Rp345 miliar ini adalah investasi nyata pemerintah untuk masyarakat. Kami ingin memastikan tidak ada lagi wilayah yang terisolasi secara ekonomi hanya karena kendala akses jalan. Dengan jalan yang mulus di titik-titik prioritas tersebut, distribusi logistik akan semakin lancar dan ekonomi warga pun pasti terangkat,” ujar Iwan.

Tak hanya mengejar kuantitas, DBMSDA juga menaruh perhatian besar pada kualitas konstruksi. Iwan menegaskan bahwa setiap tahapan, mulai dari persiapan teknis hingga proses tender, dilakukan dengan pengawasan ketat dan mengedepankan prinsip transparansi. Ia pun menambahkan bahwa bagi ruas-ruas jalan lainnya yang belum masuk dalam daftar utama, akan segera menyusul secepatnya sesuai perencanaan yang ada.

“Kami sedang memastikan seluruh prosedur pengadaan barang dan jasa berjalan sesuai regulasi yang berlaku. Harapan kami, mitra yang terpilih nantinya mampu menghasilkan pekerjaan yang berkualitas tinggi sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat,” tambahnya.

Perbaikan 220 titik jalan ini diharapkan mampu memberikan wajah baru bagi infrastruktur Kabupaten Tangerang. Selain memperlancar arus transportasi, pembangunan ini juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam menarik investasi dan memperkuat daya saing wilayah. Dengan sinergi antara perencanaan yang tepat dan pelaksanaan yang transparan, DBMSDA optimis target pembangunan jalan ini akan berjalan sesuai jadwal demi mewujudkan Kabupaten Tangerang yang lebih nyaman dan sejahtera bagi seluruh warganya.

(Der)