TANGERANGBERKABAR.ID – Menyadari beratnya beban kerja personel di garda terdepan, UPTD Puskesmas Kresek melakukan langkah proaktif untuk menjaga “mesin” pelayanan publik tetap panas. Pada Selasa (24/2/2026), tim medis menyambangi SPPG Tangerang Kresek Renged 2 untuk menggelar layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi para staf dan relawan.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah memastikan stamina dan kondisi fisik para petugas lapangan tidak kendor di tengah padatnya aktivitas pelayanan masyarakat.
Kepala Puskesmas Kresek, dr. Dwi Yanto, menegaskan bahwa pemeriksaan ini dirancang secara menyeluruh (skrining lengkap) untuk memetakan risiko kesehatan sejak dini. Menurutnya, stamina yang stabil hanya bisa didapat jika kondisi kesehatan terpantau secara berkala.
“Petugas lapangan seringkali abai dengan kondisi tubuh sendiri karena fokus melayani. Melalui skrining ini, kita pastikan mereka dalam kondisi prima. Jika ada indikasi gangguan kesehatan, bisa segera ditangani sebelum mengganggu performa kerja,” ujar dr. Dwi Yanto.
Guna memastikan kebugaran para petugas berada di level terbaik, tim medis Puskesmas Kresek melakukan rangkaian pemeriksaan yang menyentuh berbagai aspek vital tubuh. Proses skrining dimulai dari pemantauan indikator fisik dasar melalui pengukuran tekanan darah dan antropometri—seperti berat badan serta lingkar perut—untuk mendeteksi dini risiko sindrom metabolik yang sering mengintai pekerja lapangan.
Tak berhenti di situ, kualitas metabolisme para personel juga dipantau secara klinis melalui cek laboratorium sederhana guna melihat kadar gula darah sewaktu dan asam urat. Pemeriksaan kemudian berlanjut pada fungsi organ pendukung kenyamanan kerja, yakni kesehatan indera pendengaran dan pemeriksaan gigi, demi memastikan komunikasi serta kenyamanan fisik petugas tidak terganggu saat melayani warga.
Sebagai langkah antisipasi terhadap risiko lingkungan, tim medis juga melakukan skrining mendalam pada aspek respirasi dan penyakit menular. Dengan menggunakan instrumen PUMA, petugas menjalani deteksi dini Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), yang dibarengi dengan pemeriksaan Tuberkulosis (TBC), Kusta, hingga penyakit kulit seperti Skabies. Pendekatan komprehensif ini memastikan bahwa setiap individu yang bertugas di SPPG Renged 2 benar-benar dalam kondisi bersih dari gangguan kesehatan yang dapat menghambat mobilitas mereka.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi “jemput bola” Puskesmas Kresek. Mengingat tingginya intensitas kerja di SPPG Renged 2, kehadiran tim medis di lokasi tugas dianggap sangat efektif karena para petugas tidak perlu meninggalkan pos pelayanan mereka untuk mengantre di Puskesmas.
Para relawan menyambut antusias kegiatan ini. Mereka mengaku terbantu dalam memantau kondisi fisik di tengah jadwal lapangan yang seringkali tidak menentu. Dengan stamina yang terjamin, diharapkan kualitas layanan kepada masyarakat di wilayah Kresek tetap berada pada level optimal.
Hingga penutupan kegiatan, seluruh rangkaian pemeriksaan berjalan lancar dengan tingkat partisipasi yang tinggi dari para personel lapangan.


Tinggalkan Balasan