TANGERANGBERKABAR.ID – Menjelang pemberlakuan Peraturan Pemerintah (PP) Tunas pada Sabtu (28/03/2026), Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, memberikan pesan mendalam bagi seluruh orang tua. Ia menegaskan bahwa di era digital yang serba cepat, kehadiran orang tua secara utuh tetap menjadi fondasi utama dalam tumbuh kembang anak.

Menurut Intan, kebijakan pembatasan akses media sosial dan game online bagi anak di bawah usia 16 tahun bukan sekadar regulasi administratif. Hal ini merupakan langkah preventif untuk melindungi generasi muda dari risiko nyata yang mengintai di dunia maya.

“Ini bukan tentang melarang semata, tapi tentang menjaga anak-anak kita agar tumbuh utuh dan tidak terpapar hal-hal yang belum waktunya,” ujar Intan saat diwawancarai, Jumat (27/03/2026).

Ia menyoroti maraknya kasus human trafficking dan penyebaran doktrin berbahaya melalui platform game online. Baginya, orang tua harus berani mengambil sikap tegas dalam membatasi penggunaan perangkat digital demi keselamatan anak.

Di mata Intan, teknologi memang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Namun, ia mengingatkan dengan nada bicara yang lembut namun tegas bahwa secanggih apa pun sebuah gawai, ia tidak akan pernah bisa menggantikan kebutuhan dasar manusia akan kasih sayang. Anak-anak, menurutnya, tidak hanya membutuhkan perangkat digital untuk belajar atau bermain; mereka jauh lebih membutuhkan kehadiran orang tua yang utuh secara emosional.

“Kadang yang mereka cari sebenarnya bukan layar, tapi perhatian,” tuturnya penuh empati. Ia percaya bahwa komunikasi dua arah—yang melibatkan seni mendengar secara aktif—adalah kunci utama. Ketika seorang anak merasa didengarkan dan diterima di rumah, mereka akan cenderung lebih terbuka dan mudah diarahkan.

Bagi Intan, kedekatan emosional adalah “benteng paling kuat.” Dengan menciptakan suasana rumah yang hangat dan penuh penerimaan, anak-anak tidak akan lagi merasa perlu mencari pelarian atau validasi di dunia digital yang sering kali semu. Ia menekankan bahwa karakter dan akhlak mulia hanya bisa dibentuk melalui interaksi manusiawi yang tulus, sesuatu yang mustahil dilakukan oleh kecerdasan buatan maupun konten internet sehebat apa pun.

Menyadari bahwa tantangan zaman semakin kompleks, Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak tinggal diam. Intan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus hadir di tengah masyarakat, bukan sekadar memberikan aturan, tetapi juga pendampingan. Melalui berbagai program edukasi, pemerintah ingin memastikan para orang tua memiliki kesiapan mental dan bekal pengetahuan yang cukup untuk menavigasi pola asuh di era digital.

Menutup perbincangan, Intan menyampaikan optimisme yang mendalam. Ia yakin bahwa setiap langkah kecil yang diambil orang tua untuk membatasi gawai dan meningkatkan kualitas interaksi hari ini akan membuahkan hasil di masa depan.

“Kalau kita jaga mereka dengan penuh kasih sayang hari ini, insyaAllah mereka akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga memiliki hati yang baik,” pungkasnya dengan senyum penuh harapan.

(Der/San)