TANGERANGBERKABAR.ID – Cawapres 01 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menggelar kegiatan Istigosah Akbar sekaligus berkampanye di Lapangan Perumahan Taman Kirana Surya yang berlokasi di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (2/2/2024) siang.

WhatsApp Image 2024 02 03 at 01.12.02

Acara tersebut dimulai dengan orasi politik serta seruan Habib Muhammad Hanif Alatas kepada seluruh masyarakat yang hadir untuk mencoblos Pasangan Anies Baswedan dan Cak Imin di 14 Februari 2024 mendatang.

Dengan menggebu-gebu Habib Hanif menyebut umat islam seharusnya memilih Capres 01, lantaran keduanya diusung berdasarkan hasil keputusan Ijtima Ulama.

“Kita disini untuk perubahan, Siapa calon presiden pilihan kita? Anies. Nomor berapa? satu,” teriaknya dalam orasi yang dibalas jawaban masyarakat yang hadir.

Setelah itu dilanjutkan dengan pidato kebangsaan dari Cak Imin. Dalam kesempatan itu dia mengatakan jika Anies-Muhaimin (AMIN) terpilih nanti akan mewujudkan keadilan bagi 270 juta rakyat indonesia.

Menurutnya, tidak terwujudnya keadilan ditengah masyarakat, dikarenakan saat ini banyaknya pemain yang merangkap sebagai pembuat aturan.

“Yang seperti itu jangan dilanjutkan, semua masyarakat berhak menentukan aturan. inilah yang disebut perubahan,” katanya.

Cak Imin menyebutkan kondisi perekonomian masyarakat dalam 10 tahun kepemimpinan presiden Jokowi tidaklah baik-baik saja, hal ini terbukti banyaknya petani yang kesulitan, harga kebutuhan bahan pokok mahal dan pendapatan masyarakat semakin rendah.

“Ini membuktian pemerintahan saat ini gagal,” ucapnya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini pun menuturkan ada 4 kelompok masyarakat rentan yang perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah, diantaranya disabilitas, perempuan, orang tua atau lansia dan terakhir anak-anak.

“Negara maju itu negara yang memberikan kesetaraan terhadap 4 kelompok rentan ini,” jelasnya.

Lebih jauh, Cak Imin pun menyinggung masalah maraknya pertambangan di sejumlah wilayah negara ini yang merusak lingkungan. “Uangnya tidak seberapa, seperti Nikel yang sekarang dikuras habis,” terangnya.

“Kekayaan alam negara harus dikelola secara adil bergenerasi,” pungkasnya.

Acara Diduga Langgar Aturan Pemilu

Sementara terpisah Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Solear, Sobih mengungkap pihaknya tidak menerima laporan secara resmi acara istigosah akbar yang dibalut kampanye Cawapres 01 tersebut.

Padahal, katanya jika itu merupakan agenda kampanye maka harus memberi tembusan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari kepolisan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atau ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Jika memang benar acara kampanye itu jelas masuk dugaan pelanggaran pemilu,” tegasnya.

Sobih menyayangkan sikap panitia, yang membuat acara istigosah sebagai dalih untuk berkampanye, maka dari itu, jika memang telah cukup bukti, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Bawaslu untuk menindaklanjuti itu.

“Kami akan koordinasi ke bawaslu, untuk langkah selanjutnya,” tandasnya.

(Rizki)