TANGERANGBERKABAR.ID – Aksi brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua yang dipimpin oleh Elkius Kobak memicu kemarahan publik. Aktivis vokal asal Banten, Alamsyah, melontarkan kritik pedas dan desakan keras kepada Presiden RI untuk segera menghentikan pendekatan persuasif yang dinilai gagal dan beralih ke tindakan pemberantasan total.

Pernyataan ini merupakan respons atas insiden berdarah penembakan pesawat Smart Air rute Tanah Merah–Koroway pada 11 Februari 2026, yang menewaskan dua putra terbaik bangsa, Pilot Kapten Ego Erawan dan Kopilot Kapten Baskoro Adi.

Alamsyah menegaskan bahwa profil Elkius Kobak sebagai Panglima Kodap XVI Yahukimo sudah sangat jelas merupakan ancaman kedaulatan. Rekam jejaknya yang membantai tenaga kesehatan pada 2023, menikam aparat Polri pada 2024, hingga menggugurkan prajurit TNI pada 2025 adalah bukti nyata bahwa kelompok ini adalah teroris murni.

“Presiden harus berhenti sekadar mengutuk! Rakyat bosan mendengar ucapan duka cita sementara darah terus tumpah di Papua. Elkius Kobak dan kelompoknya bukan lagi sekadar kriminal biasa, mereka adalah teroris yang menghina kedaulatan negara,” tegas Alamsyah dengan nada tinggi, Sabtu (14/2).

Dalam orasinya, Alamsyah menyampaikan tiga poin tuntutan utama yang harus segera dieksekusi oleh Pemerintah Pusat:

  1. Status Darurat Militer Terbatas: Mendesak Pemerintah untuk menetapkan status darurat di wilayah konflik Papua agar TNI memiliki kewenangan penuh memberangus KKB tanpa hambatan birokrasi.

  2. Tangkap Elkius Kobak Hidup atau Mati: Alamsyah meminta Satgas Damai Cartenz melakukan operasi pembersihan besar-besaran untuk menangkap dalang penembakan Smart Air tersebut.

  3. Audit Aliran Dana: Mengusut tuntas siapa di balik penyokong senjata dan dana KKB yang selama ini seolah tak habis-habis meski dikepung aparat.

Menurut Alamsyah, penembakan pesawat sipil adalah serangan terhadap urat nadi logistik masyarakat Papua. Jika pilot sipil saja tidak aman, maka negara dianggap gagal memberikan perlindungan mendasar.

“Jika seorang pilot yang membawa misi kemanusiaan dan logistik saja bisa ditembak mati, di mana wibawa negara? Kami dari Banten mendesak Presiden: Berangus KKB sekarang, atau biarkan rakyat kehilangan kepercayaan pada keamanan negara!” pungkasnya.

(Der)