TANGERANGBERKABAR.ID – Intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah wilayah di Jabodetabek terendam banjir. Dampak buruknya pun turut dirasakan oleh sektor pertanian, di mana hektaran lahan produktif kini berubah menjadi hamparan air.
Salah satu petani muda dari komunitas Taruna Tani Milenial Al Prakarsa, Satria, membagikan kondisi terkini lahan pertaniannya yang terdampak cukup parah. Dalam unggahan videonya, terlihat tanaman yang sudah dipasangi lanjaran (penyangga bambu) terendam air luapan sungai hingga hanya menyisakan bagian pucuknya saja.
Meski menghadapi kerugian materi yang tidak sedikit, Satria menunjukkan sikap yang sangat tegar. Baginya, musibah ini adalah bagian dari risiko bertani yang harus diterima dengan lapang dada.
“Mungkin ini belum rezeki dari Allah buat kami. Tapi kami tetap semangat, setelah ini kita tanam lagi,” ujarnya dalam video, Jumat (23/1/2026)
Kondisi ini dipicu oleh curah hujan ekstrem yang melanda wilayah Jabodetabek sejak kemarin hingga hari ini. Luapan air sungai yang begitu cepat membuat para petani tidak sempat melakukan langkah mitigasi lebih lanjut untuk menyelamatkan tanaman mereka.
Meskipun demikian, semangat para petani milenial ini tidak surut. Satria menekankan pentingnya sikap ikhlas dalam menghadapi dinamika alam. Ia berharap kondisi cuaca segera membaik agar proses pemulihan lahan bisa segera dilakukan.
(Der)


Tinggalkan Balasan