TANGERANGBERKABAR.ID – Penyandang disabilitas di lingkungan perumahan Puri Permai, Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang mengeluhkan tidak adanya sosialisasi dan simulasi pencoblosan dari KPU setempat.
Salah satu Penyandang disabilitas, Jamal mengatakan waktu pencoblosan sudah dekat, namun dirinya sampai saat ini belum mendapatkan sosialisasi maupun simulasi tersebut. Padahal, katanya lima tahun sebelumnya, KPU mengadakan kegiatan tersebut. tetapi, di 2024 ini tidak ada.
Bahkan, katanya, selain adanya sosialisasi, pada 2019 lalu KPU juga memberikan uang transport.
“Tahun lalu itu KPU ada sosialisasi dan mengajarkan caranya mencoblos. Ngumpulin orang disabilitas sekarang mah gak ada, aneh,” kata Jamal, Jumat, 2 Februari 2024.
Sementara, Ketua KPU Kabupaten Tangerang Muhammad Umar mengklaim pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap kaum disabilitas pada saat kirab pemilu lalu.
“Kita udh sosialisasi berdasarkan segmented,” kata Umar.
Aktivis dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Tangerang, Emen menyebut Ketua KPU Kabupaten Tangerang, Muhammad Umar berbohong karena telah mengaku melakukan sosialisasi terhadap penyandang disabilitas.
“Bener pas kirab? Kenapa tetangga dan teman-temannya gak ada info buat simulasi atau sosialisasi. Misalkan ada gak mungkin mempertanyakan,” ucapnya.
Bung Emen menegaskan, seharusnya KPU kabupaten tangerang itu melakukan simulasi pencoblosan ke penyandang disablitas di tempat pemungutan suara (TPS) terdaftar.
Hal tersebut, kata Emen berdasarkan Undang-undang pasal 28 H ayat 2 bahwa setiap orang berhak mendapatkan kemudahan dan perlakukan khusus untuk memperoleh manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.
“Harusnya KPU itu adil apalagi ini merupakan pesta demokrasi yang seharusnya setiap orang bisa ikut berpartisipasi,” tandasnya.
(Wisnu)


Tinggalkan Balasan