TANGERANGBERKABAR.ID – Ada yang berbeda di SMA Insan Pratama pada Rabu (21/1/2026). Ratusan siswa tampak antusias mengikuti gerakan “Aksi Bergizi GARASI GEMILANG” yang diinisiasi oleh Puskesmas Sukamulya. Bukan sekadar seremoni, acara ini merupakan langkah nyata memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66.
Fokus utamanya? Memutus rantai stunting sejak dini dengan menyasar para remaja sebagai “gerbang” kesehatan generasi masa depan.
Kepala Puskesmas Sukamulya, dr. Muthmainah menegaskan bahwa edukasi gizi tidak boleh lagi membosankan. Remaja di usia produktif butuh pendekatan yang relevan agar mereka paham bahwa apa yang mereka konsumsi hari ini menentukan kualitas hidup mereka di masa depan.
“Kami ingin para siswa sadar bahwa mencegah anemia dan stunting dimulai dari piring makan mereka sendiri,” ujarnya.
Suasana SMA Insan Pratama pagi itu berubah menjadi ruang belajar raksasa yang jauh dari kesan kaku. Alih-alih hanya duduk mendengarkan ceramah di kelas, para siswa diajak menyelami makna kesehatan melalui pengalaman langsung yang menggugah panca indera.
Keseruan dimulai dengan Pesta Sarapan Sehat, di mana halaman sekolah dipenuhi dengan warna-warni bekal bergizi. Di sini, teori “Isi Piringku” tidak lagi sekadar gambar di buku teks, melainkan nyata di depan mata—perpaduan karbohidrat, protein, sayur, dan buah yang mereka santap bersama dalam suasana penuh keakraban.
Bagi para siswi, momen ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga vitalitas tubuh. Melalui Gerakan Tablet Tambah Darah (TTD), mereka diedukasi bahwa melawan anemia adalah investasi jangka panjang. Suasana kian hidup saat memasuki sesi Workshop Gizi Interaktif; di sini, mitos-mitos tentang diet kekinian dikupas tuntas dan diadu dengan kebutuhan nutrisi yang sebenarnya, memicu diskusi hangat yang membuka wawasan.
Puncak dari rangkaian ini adalah penanaman semangat Vibes Hidup Bersih. Pesan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tidak lagi disampaikan sebagai instruksi yang membosankan, melainkan sebagai sebuah tren gaya hidup baru yang keren untuk diikuti. Dengan cara ini, sehat bukan lagi sekadar tugas sekolah, melainkan pilihan sadar yang mereka bawa pulang ke rumah.
Pihak SMA Insan Pratama mengapresiasi penuh langkah jemput bola dari tenaga kesehatan ini. Dengan kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan angka stunting di wilayah Tangerang dapat ditekan secara signifikan.
Targetnya jelas: Menciptakan remaja Tangerang yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga sehat secara fisik dan bebas dari ancaman kurang gizi.


Tinggalkan Balasan