TANGERANGBERKABAR.ID – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid dan Intan Nurul Hikmah, memaparkan rapor capaian satu tahun kepemimpinan mereka dalam kegiatan refleksi yang digelar di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Selasa (10/3/2026). Dalam paparannya, sejumlah indikator makro diklaim mengalami tren positif, mulai dari penguatan ekonomi hingga penurunan angka kemiskinan.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa kualitas hidup masyarakat mengalami peningkatan yang terukur secara statistik. Ia menyoroti pertumbuhan ekonomi daerah yang merangkak naik ke angka 5,27 persen pada 2025, naik dari posisi 5 persen di tahun sebelumnya.

“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat dari 76,19 menjadi 76,74. Hal ini sejalan dengan naiknya usia harapan hidup masyarakat yang kini mencapai 75,63 tahun,” ujar Maesyal di hadapan para undangan.

Di sektor kesehatan, Pemkab Tangerang mengklaim berhasil menekan prevalensi stunting secara signifikan dari 7,7 persen menjadi 6 persen atau menyisakan sekitar 12.388 balita. Capaian ini dibarengi dengan raihan Universal Health Coverage (UHC) yang mencapai 100,49 persen, menjamin akses kesehatan bagi 3,53 juta penduduk.

Sementara itu, untuk menekan angka putus sekolah, skema sekolah swasta gratis telah menjangkau 44 SD dan 116 SMP swasta. Program ini menyasar total 35.784 siswa di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.

Menanggapi berbagai keluhan masyarakat mengenai buruknya konektivitas dan ancaman bencana musiman, Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan intervensi masif pada sektor infrastruktur. Tak sekadar memperbaiki yang ada, pemerintah telah merampungkan 20,5 kilometer pembangunan jalan baru yang dirancang untuk membuka akses ke wilayah-wilayah terisolasi dan mengurai kemacetan di titik-titik krusial.

Langkah ini juga dibarengi dengan perkuatan struktur jalan lama melalui rekonstruksi dan rehabilitasi sepanjang 23,6 kilometer. Program ini diharapkan tidak hanya memperlancar arus mobilitas warga, tetapi juga memberikan jaminan keselamatan bagi para pengguna jalan serta menekan biaya logistik bagi pelaku ekonomi lokal.

Di sisi lain, upaya “menjinakkan” air menjadi prioritas guna meminimalisir kerugian warga akibat banjir. Pemkab Tangerang telah membangun jaringan drainase sepanjang 9,29 kilometer untuk memastikan aliran air hujan tidak lagi menggenangi pemukiman. Untuk mempercepat pembuangan air di titik-titik rawan, enam stasiun pompa baru kini telah beroperasi penuh. Komitmen ini diperkuat dengan normalisasi sungai sepanjang 17,15 kilometer, sebuah langkah krusial untuk mengembalikan kapasitas tampung air dan mengurangi risiko luapan sungai saat intensitas hujan tinggi.

Secara administratif, Kabupaten Tangerang mempertahankan tradisi Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-17 kalinya secara berturut-turut. Selain itu, predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovation Government Award 2025 menjadi bukti efektivitas birokrasi di bawah kendali Maesyal-Intan.

Meski angka pengangguran terbuka berhasil ditekan ke level 5,94 persen, pemerintah daerah menegaskan bahwa penguatan program pembangunan akan terus dilakukan guna mempercepat kesejahteraan masyarakat di tahun-tahun mendatang.

(Der)