TANGERANGBERKABAR.ID – Ribuan warga berkumpul mengelar aksi solidaritas untuk rakyat Palestina di Masjid Agung Al-Amjad, Puspemkab Tangerang, Tigaraksa, Minggu (26/11/2023) pagi.
Hal itu sebagai respon atas penjajahan Israel terhadap Palestina, hingga banyaknya korban warga sipil, khususnya ribuan nyawa anak dan wanita hilang di jalur Gaza.
Berdasarkan pantauan Tangerangberkabar.id ribuan massa datang memenuhi area Masjid dengan membawa bendera, syal di leher, ikat kepala dan atribut Palestina lainnya.
Acara yang dimulai pada Pukul 10.00 WIB itu diawali dzikir bersama serta istigotsah yang diikuti puluhan tokoh masyarakat dan agama serta ribuan warga hingga datangnya waktu shalat dzuhur.
Selanjutnya, sekitar pukul 13.00 WIB. Ribuan masa, yang didominasi ibu sampai anak-anak itu menyimak penyampaian aspirasi dan orasi dari tokoh masyarakat, serta pelajar sebagai bentuk dukungan kepada Palestina.
Salah satu tokoh Agama Habib Hasan Al-Kaff mengatakan tujuan aksi solidaritas ini adalah untuk mendoakan keselamatan puluhan ribu Rakyat Palestina yang terluka maupun telah wafat akibat kebengisan tentara Israel.
“Kejadian ini Genosida. Kita ketahui bersama, saudara-saudara kami disana Gaza-Palestina, dibantai habis-habisan,” katanya.
Habib Hasan menegaskan bahwa, konstitusi Negara ini telah tegas menyatakan menolak atas segala bentuk penjajahan di atas muka bumi ini. Maka, sejatinya Pemkab Tangerang harus melanjutkan perjuangan mendukung serta mewujudkan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat penuh.
“Suara rakyat Tangerang ini merupakan suara anak bangsa,” ucapnya.
Habib Hasan menyebut peserta dari berbagai Ormas Nasionalis dan Agamis seperti santri dan Majelis ta’lim yang ikut dalam aksi hari ini menyuarakan agar Pemerintah Indonesia tak berhenti bersuara atas adanya gencatan senjata semata.
“Hentikan peperangan ini dan berikanlah hak kemerdekaan negeri Palestina. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemenangan untuk rakyat Palestina,” tegasnya
Sementara, Iyom (47) salah satu warga yang ikut aksi solidaritas tersebut mengungkapan perasaannya. Dimana, katanya hatinya teriris setiap kali melihat banyaknya anak dan ibu yang menjadi korban atas serangan Israel.
“Itu mah (korban anak-perempuan) gak usah diomoong lah,” pungkasnya.
(Wisnu)


Tinggalkan Balasan