TANGERANGBERKABAR.ID – Narasi “Rapor Merah” yang dilemparkan salah satu anggota DPRD Kabupaten Tangerang terhadap kinerja Pemerintah Daerah (Pemkab) memicu serangan balik dari kalangan intelektual muda. Rio Putra Sadewa, aktivis mahasiswa Fakultas Hukum asal Jayanti, menilai kritik tersebut adalah bentuk amnesia fungsi dan upaya cuci tangan politik yang memuakkan.
Rio menegaskan bahwa DPRD bukanlah pengamat politik atau penonton di tribun yang hanya bisa memberi nilai. Sebagai lembaga yang memegang kuasa Budgeting (Penganggaran) dan Pengawasan, DPRD adalah aktor utama di balik setiap kebijakan daerah.
“Sangat naif jika DPRD memberi rapor merah kepada Bupati, sementara mereka yang mengetuk palu anggaran. Jika pendidikan buruk dan pengangguran tinggi, pertanyaannya: ke mana fungsi pengawasan DPRD selama ini? Apakah mereka baru bangun tidur?” cetus Rio dengan nada tajam.
Mahasiswa hukum ini menilai, tudingan kegagalan dalam tata kelola sampah hingga pengangguran adalah cermin dari ketidakmampuan DPRD dalam mendorong regulasi yang berpihak pada rakyat.
“Jangan sampai narasi ‘Rapor Merah’ ini hanya alat sandiwara politik untuk membangun persepsi negatif. Rakyat tidak butuh skor-skoran, rakyat butuh solusi. Jika Bupati dianggap gagal, maka DPRD secara otomatis gagal menjalankan fungsi kemitraannya,” tambahnya.
Rio mengingatkan bahwa sistem pemerintahan daerah bersifat kolektif-kolegial. Menyalahkan satu pihak secara sepihak adalah tanda matinya kedewasaan berpolitik di Kabupaten Tangerang.
“Berhenti memanjakan ego dengan konflik narasi. Masalah sampah dan pengangguran itu nyata di depan mata. DPRD punya wewenang legislasi, gunakan itu! Jangan hanya pandai mengkritik saat kamera menyala, tapi mandul dalam aksi nyata di ruang rapat paripurna,” tegas Rio.
Menutup pernyataannya, Rio menantang para legislator untuk memaparkan ke publik sejauh mana keberpihakan anggaran yang mereka susun untuk mengatasi persoalan mendasar tersebut.
“Masyarakat Jayanti dan Kabupaten Tangerang secara umum sudah cerdas. Kami butuh sinergi, bukan drama saling menyalahkan. Sudah saatnya DPRD duduk bersama Pemkab untuk bekerja, bukan sibuk mencari panggung di atas penderitaan rakyat,” pungkasnya.
(Der)


Tinggalkan Balasan