TANGERANGBERKABAR.ID – Kondisi infrastruktur di dalam Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, dikeluhkan oleh sejumlah awak angkutan sampah.
Akses jalan yang rusak parah di area pembuangan sampah ini menyebabkan proses bongkar muat tersendat selama hampir sepekan terakhir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, antrean truk sampah kini memakan waktu berjam-jam, bahkan beberapa supir terpaksa harus menginap di lokasi karena lambatnya pergerakan kendaraan. Hal ini berdampak langsung pada terhambatnya pengangkutan sampah dari pemukiman warga menuju TPA.
Meskipun jalan akses di bagian depan TPA tampak terawat, kondisi berbanding terbalik terjadi di area dalam. Jalanan yang berlumpur dan rusak membuat truk sulit melintas. Ironisnya, para supir mengaku kerap dimintai iuran secara swadaya untuk membeli makadam atau puing guna menambal jalan agar kendaraan tidak terperosok.
“Jalan di dalam hancur, yang bagus cuma di depan saja. Kami seringkali harus urunan beli puing supaya bisa lewat. Padahal itu seharusnya jadi tanggung jawab dinas terkait,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Selain masalah infrastruktur, para pekerja di lapangan juga mengeluhkan beberapa kebijakan internal, di antaranya:
-
Kenaikan Retribusi: Tidak dibarengi dengan perbaikan fasilitas jalan.
-
Pemotongan Jatah Solar: Memperberat biaya operasional supir di tengah kemacetan panjang.
-
Tudingan Lambat: Para supir sering disalahkan warga karena pengangkutan tidak maksimal, padahal kendala utama ada pada akses pembuangan yang “acak-acakan”.
Para awak angkutan berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, segera membenahi akses jalan di dalam TPA Jatiwaringin.
Perbaikan ini dinilai krusial agar sirkulasi sampah di Kabupaten Tangerang kembali normal dan beban kerja para supir tidak semakin berat.
(Der)


Tinggalkan Balasan