TANGERANGBERKABAR.ID – Bencana alam pergeseran dan amblasnya permukaan tanah melanda sejumlah permukiman warga di Kampung Cipayaen, RT 11/RW 03, Desa Tegalsari, Kecamatan Tigaraksa. Sebanyak lima unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan, dengan kondisi terparah membuat bangunan tidak lagi layak huni.

Kelima rumah yang terdampak diketahui milik warga bernama Eka, Abdul, Winah, Karim, dan Iwang. Fenomena ini diduga terjadi akibat kondisi tanah yang kurang padat serta faktor alam yang memicu pergeseran struktur bawah tanah.
Menurut keterangan Eka, salah satu korban terdampak, penurunan permukaan tanah mulai terlihat sejak Jumat (23/1/2026). Namun, kondisi memburuk secara signifikan pada Sabtu (24/1/2026).
“Kemarin belum parah, tapi hari ini justru makin parah. Apalagi kalau hujan turun, pergeserannya semakin kelihatan. Rumah saya yang paling parah kondisinya,” ujar Eka.
Eka menyatakan rumah yang ia bangun sekitar tujuh tahun lalu itu kini mengalami kerusakan fatal pada bagian atap dan dinding. Plafon area dapur dilaporkan telah ambruk sepenuhnya. Khawatir bangunan akan roboh sewaktu-waktu, Eka dan keluarganya memutuskan untuk mengungsi selama dua hari terakhir.
Pihak aparat setempat, mulai dari Pemerintah Desa, Binamas, hingga Babinsa, dilaporkan telah meninjau lokasi kejadian.
Petugas juga telah mendata para korban dengan mengumpulkan dokumen seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk keperluan pengajuan bantuan ke tingkat yang lebih tinggi.
Meski demikian, warga terdampak mengaku masih diliputi ketidakpastian. Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi mengenai bentuk penanganan teknis maupun bantuan material yang akan diterima oleh para korban.
Padahal, Warga membutuhkan kejelasan mengenai langkah selanjutnya dari pemerintah daerah. Mengingat rumah sudah tidak layak huni, bantuan untuk perbaikan atau relokasi sangat diharapkan.
Selain itu, mengingat cuaca yang masih ekstrem, warga berharap bantuan datang sebelum kerusakan semakin meluas.
“Harapan saya, tolong ada perhatian dari pemerintah setempat. Bagaimana caranya mohon dibantu, karena ini benar-benar bencana,” pungkas Eka.
(Der/San)


Tinggalkan Balasan