TANGERANGBERKABAR.ID, Cilegon – Kondisi Terminal Terpadu Merak menuai keprihatinan serius. Fasilitas transportasi publik yang seharusnya menjadi wajah pelayanan negara bagi masyarakat dan pengguna jasa penyeberangan justru tampak tidak terawat dan kumuh.
Pantauan di lapangan, Minggu (4/1/2026) menunjukkan adanya genangan air yang cukup luas di halaman depan terminal, parahnya lagi di sekitar area bawah tangga, adanya aroma bau yang menyengat dan tidak sedap( bau pesing).
Kondisi tersebut sangat mengganggu kenyamanan, bahkan menyebabkan rasa pusing dan mual bagi para penumpang maupun pengunjung yang melintas.
Selain berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, genangan air tersebut juga mencerminkan buruknya pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas publik. Padahal Terminal ini merupakan simpul transportasi strategis yang setiap hari melayani mobilitas masyarakat dalam jumlah besar, termasuk penumpang antarkota dan penyeberangan Merak–Bakauheni.
Alamsyah, yakni salah satu pengguna jasa menilai kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pengelola terminal dan instansi terkait harus segera bertindak, melakukan pembersihan.
Terutama, perbaikan drainase, serta memastikan standar kebersihan dan kenyamanan terminal dipenuhi sesuai fungsi dan peruntukannya.
“Pengelola terminal jangan hanya rajin pungut biaya parkir kendaraan saja,” katanya.
Negara tidak boleh abai terhadap fasilitas publik yang dibangun dari uang rakyat. Terminal yang kotor, bau, dan tidak layak pakai bukan hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mencoreng citra pelayanan publik dan daerah.
(Der)


Tinggalkan Balasan