TANGERANGBERKABAR.ID – Tekanan publik di media sosial akhirnya membuahkan hasil. Camat Tigaraksa, Cucu Abdurrosyied, bersama Kepala Desa Matagara, Edo, terpantau turun langsung meninjau kondisi rumah memprihatinkan milik Nenek Mursani (75) di Kampung Matagara, RT 002/002, Desa Matagara, Kabupaten Tangerang, Selasa (17/2/2026).
Kedatangan para pemangku kebijakan ini menyusul gelombang kritik netizen yang menyoroti lambatnya respons aparat desa setempat terhadap penderitaan warganya yang tinggal di gubuk tak layak huni.
Camat Tigaraksa, Cucu Abdurrosyied, menegaskan bahwa peninjauan ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Ia menjanjikan proses bedah rumah akan segera dieksekusi dalam waktu dekat.
“Insya Allah untuk minggu-minggu ini, rumah Bu Mursani akan dibangun segera. Kita pastikan spesifikasinya layak, luas 6×6 meter lengkap dengan sanitasi dan MCK sesuai standar Perbup Tangerang,” ujar Cucu di lokasi.
Langkah ini diambil bertepatan dengan momen verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut. Pihak Kecamatan menargetkan sebanyak 49 unit rumah akan mendapatkan intervensi serupa pada tahun ini melalui kolaborasi anggaran APBD dan bantuan Baznas.
Ada pemandangan menarik dalam peninjauan tersebut. Sosok Kepala Desa Matagara, Edo, yang sebelumnya sempat sulit dikonfirmasi oleh awak media terkait kondisi Nenek Mursani, kini tampak hadir mendampingi Camat.
Kehadirannya di lokasi memicu berbagai spekulasi dari warga dan netizen yang sebelumnya “menyerbu” kolom komentar unggahan video rumah tersebut. Banyak yang mempertanyakan mengapa aparat desa baru muncul setelah masalah ini menjadi konsumsi publik.
“Aparat desanya kemana itu, biasanya RT RW dulu yang lihat kondisi warga baru lapor ke kades,” tulis salah satu netizen dalam komentar yang sempat viral.
Meski sempat menjadi sasaran kritik, kehadiran Camat dan Kades ke lapangan setidaknya memberikan kepastian bagi Nenek Mursani dan cucunya. Pihak pemerintah berjanji akan lebih sigap dalam menyisir data warga yang membutuhkan bantuan agar tidak ada lagi kasus serupa yang baru tertangani setelah viral.
Berdasarkan data Kecamatan Tigaraksa, saat ini terdapat 320 rumah yang masuk dalam daftar tunggu intervensi, dengan 49 unit di antaranya menjadi prioritas utama pembangunan di tahun 2026 ini.
(Der/San)


Tinggalkan Balasan