TANGERANGBERKABAR.ID – Mencuat dugaan kasus pemangkasan dana bantuan pendidikan Indonesia Pintar (PIP) di Yayasan Pendidikan RAUDHOTUL HASANAH AL-MUHAMMADY yang berlokasi di Desa Pondok Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.
Kasus sunat dana PIP menimpa sejumlah siswa. Salah satu siswa di sekolah tersebut berinisial MN kelas XII mengaku kecewa atas pemangkasan dana PIP.
Kata dia, yang sejati nya harus menerima dana bantuan tersebut senilai 1,8 juta rupiah namun hanya menerima 1 juta rupiah.
“Dipangkasnya 800 ribu rupiah katanya untuk tim, usai pencairan di Bank BRI Balaraja,” ujar MN dalam rekaman video, Senin (5/1/2026).
MN menyebut, proses pemotongan dana bantuan untuk siswa itu, dilakukan didalam mobil usai pencairan. “Anak anak dikumpulin di dalam mobil, lalu dilakukan pemotongan,” ujarnya.
Menyikapi itu, aktivis Kabupaten Tangerang, Alamsyah sontak memuncak amarahnya. Ia bilang, perbuatan tersebut telah mencoreng citra pendidikan khususnya citra tenaga pendidik.
Alam mendesak pihak terkait khususnya Kementrian agama (Kemenag) Kabupaten Tangerang untuk segera memanggil dan menindak tegas oknum guru maupun pihak yayasan pendidikan RAUDHOTUL HASANAH AL-MUHAMMADY untuk mempertanggungjawabkan dugaan tindakan pungutan liar (Pungli) tersebut.
“Selain harus mengembalikan hak sejumlah siswa, pihak Kemenag Kabupaten Tangerang harus memberikan sanksi tegas terhadap pihak Sekolah maupun oknum guru juga pihak yang terlibat dalam kasus culas tersebut,” pungkas Alamsyah.
(Der)


Tinggalkan Balasan