TANGERANGBERKABAR.ID Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI resmi menggelar debat perdana calon presiden (Capres) dalam pemilihan presiden(Pilpres) 2024, pada Selasa (12/12/2023).
Debat yang dihadiri tiga pasangan calon presiden-wakil presiden itu berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB dengan durasi 150 menit dan waktu debat terbagi dalam enam segmen.
Dimana, debat membahas seputar Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), pemerintahan, pemberantasan korupsi, dan penguatan demokrasi.
Acara debat dimulai dengan mendengarkan visi-misi dari ketiga capres, yakni, Anis Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan menyampaikan dirinya bertekad membuat hukum berdiri tegak di Tanah Air. Saat ini, dia menilai hukum masih tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Hal tersebut, katanya tidak boleh didiamkan, tidak boleh dibiarkan dan harus berubah.
“Kita dorong perubahan mengembalikan hukum tegak untuk semua,” kata Anies, dalam debat perdana Pilpres 2024 di Gedung KPU, Jakarta Pusat.
Anies menilai, penyelenggara pemerintahan saat ini belum menempatkan prinsip-prinsip hukum yang baik. Sehingga, banyak aturan hukum diterabas demi kepentingan kekuasaan.
“Kita menyaksikan pada hari ini, ketika kita menyelenggarakan pemerintahan sering tidak sesuai dengan prinsip hukum yang kita pegang,” ucapnya.
Anies menegaskan Indonesia adalah negara hukum. Dengan begitu, hukum harus menjadi rujukan utama untuk memastikan hadirnya rasa keadilan, memberikan kebermanfaatan dan kepastian untuk semua.
“Negara ini negara hukum, bukan negara kekuasaan, dalam negara hukum maka semuanya diatur hukum. Dalam negara kekuasaan, diatur penguasa,” ujar Anies.
Dilanjutkan calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, mengatakan dirinya memastikan akan memberantas korupsi sampai pada akarnya jika terpilih pada Pilpres 2024.
Sebab, kata dia tindakan korupsi telah membuat banyak rakyat sengsara lantaran adanya dampak yang ditimbulkan. Maka dari itu, dia
“Kita bertekad memberantas korupsi sampai ke akarnya. Memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya saudara-saudara sekalian saya kira demikian yang saya sampaikan. Program kita baik, tujuan kita baik, keinginan kita baik mari kita berbuat kebaikan demi rakyat,” kata Prabowo.
Prabowo menjelaskan semua pihak harus terlibat dalam pemberantasan korupsi. Dalam kesempatan tersebut Prabowo juga mengajak rakyat untuk bersama-sama mengawasi kebijakan yang telah berjalan agar bisa sesuai target dan memberikan manfaat.
“Kita butuh persatuan dan kesatuan kita tidak perlu saling menghasut saling mencela saling menghina demi rakyat kita yang kita cintai, kita butuh kesejukan ketenangan keutuhan kita negara majemuk,” tutur Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga memastikan rakyat Indonesia bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik dengan peningkatan ekonomi. Menurut dia rakyat Indonesia dijamin oleh Undang-Undang Dasar dan berhak mendapat perlindungan dari negara.
“Di mana negara-negara begitu banyak yang terjadi perang saudara kerusuhan. Indonesia masih aman, di Indonesia masih terkendali harga-harga masih terkendali ekonomi untuk rakyat kita masih aman karena apa, karena kepemimpinan karena apa karena manajemen negara yang berhasil,” ungkap Prabowo.
Menutup sesi pemaparan visi misi ini, capres nomor 3 Ganjar Pranowo menyebut, membungkam suara masyarakat bukan ciri negara demokrasi. Maka, menurutnya praktik-praktik seperti itu seharusnya dihentikan.
“Yang seperti ini harus selesai,” kata Ganjar.
Ganjar menyampaikan, pengekangan kebebasan bersuara kepada masyarakat harus dihentikan. Ganjar tak ingin ada lagi masyarakat yang berpendapat harus berurusan dengan aparat.
“Saya mendengar ketika demokratisasi masih berjalan dan demokrasi mesti kita jaga bersama, ada Ibu Sinta yang ketika menyampaikan pendapat harus berurusan dengan aparat keamanan,” tandas Ganjar.


Tinggalkan Balasan