TANGERANGBERKABAR.ID – Pejabat daerah itu memang harus inovatif, tapi inovasi camat di Kabupaten Tangerang ini jelas bikin geleng-geleng. Alih-alih fokus melayani masyarakat, ia malah sibuk mengedarkan surat ke perusahaan-perusahaan.

Surat edaran tersebut diduga merupakan modus meminta “partisipasi” dalam bentuk tunjangan hari raya (THR). Tentu saja, surat ini bukan ajakan open donasi, tapi lebih mirip tagihan halus dengan embel-embel “kepedulian”.

Ketua Aliansi mahasiswa penegak Demokrasi (AMPD), Aziz Patiwara meradang . “Hebat juga nih camat, mungkin merasa anggaran daerah kurang, jadi coba-coba cari tambahan. Perusahaan itu tempat usaha, bukan ATM pemerintah,” ujarnya.

Menurut Aziz, ini jelas-jelas pungutan liar berkedok formalitas. “Kalau pejabat boleh sesuka hati bikin surat edaran minta uang, besok-besok jangan kaget kalau ada ‘Surat Edaran Partisipasi Beli Mobil Dinas’ atau ‘Sumbangan Refreshing Pejabat ke Bali’,” katanya.

AMPD meminta Bupati Tangerang untuk mencopot camat-camat nakal di kabupaten Tangerang sebelum kebiasaan ini menular ke pejabat lainnya. “Hari ini minta THR, besok mungkin minta sumbangan Lebaran Haji, lusa minta dana buat ulang tahun kantor. Kalau begini terus, kita harus siap-siap lihat camat buka rekening donasi,” tambahnya.

AMPD pun memberikan *ultimatum* kepada Pemkab Tangerang untuk segera bertindak tegas. “Bupati punya dua pilihan: copot camatnya atau bersiap dicap pemda membiarkan pungli berkembang. Kalau dalam waktu dekat tidak ada tindakan, kami akan turun langsung mendesak pertanggungjawaban!” tegas Aziz.

(San/Der)